“Ayo, cium Om/Tante!” “Nggak mau? Ih, sombong.”
Pemandangan yang lazim di acara keluarga. Kita, atas nama “sopan santun” atau “basa-basi”, seringkali memaksa anak melakukan kontak fisik yang tidak mereka inginkan. Kita memaksa mereka memeluk saudara, mencium tangan, atau duduk di pangkuan kerabat yang jarang mereka temui. Kita merasa tidak enak jika anak kita menolak.
Padahal, tanpa sadar, kita sedang mengirimkan pesan yang sangat berbahaya: “Keinginanmu atas tubuhmu sendiri tidak penting.” Kita mengajari mereka bahwa orang dewasa boleh memaksa, dan “tidak” bukanlah jawaban yang valid.
Consent (persetujuan) bukan pelajaran yang dimulai di usia remaja saat bicara soal seksualitas. Pelajaran ini dimulai sejak balita, di ruang tamu rumah kita sendiri. Ini adalah soal otonomi tubuh. Anak yang sejak kecil belajar bahwa tubuhnya adalah miliknya, akan tumbuh menjadi individu yang lebih menghargai batasan diri—dan batasan orang lain.
Bagaimana cara memulainya? Berikan mereka pilihan dan hormati jawaban “tidak” mereka atas kontak fisik.
- Tawarkan Alternatif: “Nggak mau peluk? Nggak apa-apa. Kalau tos atau high-five aja sama Om, mau?”
- Jangan Paksa: Hormati ketika mereka bilang “nggak mau” digelitik atau “nggak mau” dicium. Jelaskan ke kerabat dengan sopan, “Rafa lagi belajar soal batasan tubuh, Om. Tos aja ya?”
- Jadikan Itu Bahasa Harian: “Mama boleh minta peluk?” “Ayah pinjam mainannya, boleh?”
Ini bukan soal bersikap tidak sopan. Ini soal memberi anak kendali (agency) atas tubuh mereka sendiri. Sopan santun bisa diajarkan dengan cara lain (seperti melambaikan tangan atau tersenyum) tanpa harus mengorbankan batasan diri mereka.
Ini adalah salah satu percakapan pemantik paling fundamental. Membangun fondasi consent adalah inti dari parenting sadar.
Bingung mulai dari mana? Kami sudah mengkurasi buku-buku terbaik soal batasan diri dan otonomi tubuh untuk anak. Temukan di etalase ‘Batasan Diri‘ kami.Topik ini sensitif dan butuh diskusi mendalam. Yuk, gabung Parenting Club Benih Kembang untuk dapat Book Guide gratis tentang topik ini.

3 Comments
This is exactly what i was looking for, thank you so much for these tutorials
It would be great to try this theme for my businesses
What a nice article. It keeps me reading more and more!