“Ssst… jangan nangis, ah. Malu diliatin orang.” “Gitu aja nangis, cengeng!”
Kalimat-kalimat ini mungkin terdengar familier. Kita mengucapkannya dengan niat “menenangkan” atau “menghentikan drama”. Kita melakukannya karena kita, sebagai orang dewasa, seringkali tidak nyaman dengan emosi negatif yang meledak-ledak. Kita ingin tangisan itu berhenti. Tapi, pernahkah kita berhenti sejenak dan berpikir: apa pesan yang sebenarnya diterima anak saat kita menyuruhnya berhenti menangis?
Pesan yang mereka terima adalah: “Perasaanmu salah.” “Marah itu tidak boleh.” “Sedih itu memalukan.”
Saat kita mematikan emosi negatif mereka, kita tidak mengajari mereka cara mengelolanya. Kita mengajari mereka cara menekannya. Ini adalah akar dari masalah kecerdasan emosional (EQ) di masa depan. Anak tumbuh menjadi orang dewasa yang tidak bisa mengenali perasaannya sendiri, canggung saat orang lain curhat, atau justru meledak dalam kemarahan di kemudian hari karena emosinya tidak pernah divalidasi.
Padahal, modern parenting adalah soal validasi. Anak perlu tahu bahwa semua perasaan itu boleh dirasakan. Marah boleh, sedih boleh, kecewa boleh. Tugas kita sebagai orang tua bukanlah menghentikan perasaan itu, tapi memandu tindakannya. Kita ingin anak belajar bahwa “Merasa marah itu boleh, tapi memukul itu tidak boleh.”
Lain kali si kecil menangis, coba ganti kalimatmu. Coba jeda, tarik napas, dan katakan:
- “Mama/Papa tahu kamu sedih. Nggak apa-apa.”
- “Kamu marah, ya? Mama di sini, temani kamu.”
- “Rasanya memang mengecewakan, ya, kalau…”
Lihat? Fokusnya berubah. Dari “stop rasakan itu” menjadi “aku tahu apa yang kamu rasakan.” Ini adalah langkah pertama membangun koneksi dan EQ yang kuat.
Sulit? Tentu saja. Ini adalah proses belajar bagi kita dan anak kita. Tapi kamu tidak sendirian.
Yuk, belajar bareng cara validasi emosi di Parenting Club Benih Kembang. [Link ke Form Komunitas] untuk dapat newsletter mingguan berisi tips praktis seperti ini.Butuh pemantik percakapan? Cek koleksi buku kami soal Emosi di etalase. Kami sudah pilihkan buku-buku terbaik (dan melengkapinya dengan Book Guide) untuk membantumu dan si kecil menamai perasaan. Buku terkait

3 Comments
This is exactly what i was looking for, thank you so much for these tutorials
It would be great to try this theme for my businesses
What a nice article. It keeps me reading more and more!